Hakikat Syukur dan Mengeluh

Menjelang akhir tahun 2016 sudah sepantasnya kita evaluasi apa saja yang sudah kita lakukan selama ini. ada yang targetnya belum tercapai, ada yang masih membangun pondasi bisnis, dan ada juga yang sudah tercapai targetnya. selama tahun 2016 ini apa saja yang sudah kita lakukan? apa saja yang sudah bisa kita capai (meski belum maximal) ? Nah berkenaan dengan pertanyaan tersebut sudah sesering apa kita bersyukur? atau jangan-jangan banyak mengeluhnya nih?

Well, bahas soal rasa syukur dan mengeluh ini penting banget. karena ini ada hubungannya dengan kelangsungan hidup kita dari masa ke masa. selama 3 tahun terakhir ini (sejak resign dari BUMN) banyak sekali pelajaran dan hikmah yang saya dapat dan mungkin bisa dibilang pengalaman yang SANGAT BERHARGA.

Saya tidak tahu perkembangan dan perubahan hidup jika sampai sekarang masih berkutat di kantor sebagai karyawan. terlepas dari berbagai beragam masalah yang saya hadapi, justru ini membuat saya bersyukur karena Allah memberi pelajaran & hikmah yang begitu berharga. saya jadi lebih tahu makna kehidupan yang sebenarnya, saya jadi lebih berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan, saya jadi lebih berhati-hati dalam memilih pergaulan karena saya meyakini kualitas hidup seseorang juga bergantung dengan siapa dia berteman, dsb.

Untuk kamu iya kamu yang suka mengeluh, mulai sekarang kurangi. apa lagi mengeluhnya di publish di sosial media. itu nggak penting banget. kamu tahu memikirkannya saja sudah menjadi 1x doa, mengucapkannya menjadi 2x doa, belum lagi menuliskannya juga menjadi 3x doa, dan belum lagi yang ngeLike, share, dan komentar. itu sudah menjadi berapa kali lipat? justru dengan hal demikian beban hidupmu terasa semakin berat.

Saya pernah baca sejarah Nabi Musa AS, dimana dia pernah berpesan :

Jika kamu mau mengeluh, mengeluhlah sama Rabbmu. mintalah petunjuk dari Nya. buatlah dirimu benar-benar terlihat fakir di hadapan Nya, maka Rabbmu akan mengasihimu.

Pesan diatas sudah sangat jelas, kalau mau mengeluh ya mengeluh saja sama Allah Yang Maha Kuasa karena hanya Dia lah yang paling mengerti tentang keadaan Kita diatas segalanya. mengeluh ke sesama Manusia sama halnya membuka kelemahan diri sendiri, syukur-syukur di bantu, kalau di abaikan atau malah jadi bahan lelucon perasaanmu bagaimana coba? bagi saya mengeluh ke sesama manusia itu bukan solusi malah jadi makin rumit. sebisa mungkin utamakan keluhan kita ke Rabb Yang Maha Kuasa.

Kamu mungkin akan berpikiran begini..

Faktanya nggak sesimpel itu bro. malah banyak yang nulis keluhannya di sosial media tuh.

Saya katakan itu karena kamu nggak mau melatih diri. coba kamu latih terus kalau mengeluh ke Allah dalam segala urusan, libatkan Dia di segala urusan, lama kelamaan juga terbiasa kok. tapi apakah pantas katanya banyak mengeluh itu tidak baik? nah soal ini tergantung pemahaman kamu juga ya. sederhananya begini..

Kalau mau mengeluh, coba ingat-ingat karunia-nya yang di limpahkan ke kamu. kalau mau mengeluh cobalah lihat orang-orang di sekelilingmu yang nggak seberutung kamu.

Karunia itu banyak macemnya. contoh rezeki, nah rezeki itu kalau dijabarkan juga sangat luas. mungkin kamu beberapa waktu lalu sudah sedekah dengan maskud (agar dibalas berlipat-lipat) tapi sampai sejauh ini kamu nggak dapet apa yang kamu harapkan.

Baca juga : mengenal makna rezeki (menurut islam) (penjelasan lengkap)

Pada dasarnya mengeluh itu tidak baik, tapi kalau memang perlu mengeluhlah kepada Sang Pencipta. karena Dialah Yang Maha Mengetahui segala isi langit dan bumi. selain itu, mengeluh hanya akan membuat semakin lemah, takut, dsb. kalau terjadi suatu hal yang tidak di inginkan alangkah baiknya tetap berprasangka positif. minimal jadi doa, minimal jadi syukur, karena Allah mempunyai sifat ” Maha Iya ” ( sesungguhnya Aku sesuai prasangka Hamba-Hamba Ku).

Belajarlah dari Nabi Nuh, sesungguhnya Dia adalah seorang Hamba yang paling banyak bersyukur. belajarlah dari Nabi Musa, sesungguhnya Dia adalah seorang Hamba yang paling sabar (diuji dengan banyak masalah agar tetap menjadi pribadi yang kuat & berkarakter). teladanilah sifat Nabi Muhammad, sesungguhnya perkataan yang terucap dari mulutnya adalah Wahyu dari Allah SWT.

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Leave a Reply