Fenomena Golongan dalam Islam

Akhir-akhir ini social media ricuh karena perbedaan golongan dalam agamanya sendiri (yaitu Islam). yang sedang hangat-hangatnya saat ini adalah penolakan dakwah Ustad Khalid Basalamah di Sidoarjo Jawa Timur. tak lama setelah kejadian penolakan tersebut berbagai media memblow up informasi bermacam-macam. mulai dari media ecek-ecek hingga media-media besar. banyak yang tidak sadar akan efek buruk pemberitaan media (yang belum jelas kebenarannya).

Secara langsung maupun tidak langsung peran media adalah menggiring opini publik, mencuci otak pembaca, mempengaruhi psikologi pembaca, sehingga muncullah berbagai macam perbedaan pendapat dan berujung keributan satu sama lain. yang konyol itu sesama muslim saling melempar kata-kata kafir lah, sesat lah, atau apalah yang sekiranya bisa menguatkan argumen-nya. kalau tidak sepaham dengan golongannya di cap sesat. sampai disini pengen tertawa sebenarnya 😀

Kita tahu di negeri ini banyak sekali golongan dalam Islam semisal : Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, LDII, dan masih banyak lagi. saya merasa yang sedang di benturkan pemberitaan media adalah antara Muhammadiyah & NU. karena kedua golongan ini jumlah penganutnya paling besar.

belajar bersyukur

Well, sedikit cerita tentang diri saya sendiri, dimana saya terlahir di lingkungan NU (meski bukan dari keluarga atau golongan NU). dari TK sampai lulus MI (bukan SD) sepulang sekolah menjelang Ashar sampai jam habis Maghrib kebiasaan saya adalah mengaji dan kebetulan yang mengajar ngaji adalah beberapa Ustad dari golongan NU. begitu menginjak SMP sampai lulus saya sekolah di sekolah Muhammadiyah, kebiasan mengaji pun jamnya bertambah sampai jam 9 malam (dan Ustadnya juga sama dari kalangan NU). kampung saya memang basisnya NU, sedangkan wilayah sekolahan SMP saya basisnya Muhammadiyah (jaraknya sekitar 5KM dari rumah).

Selama menimba Ilmu pengetahuan & Ilmu agama yang saat itu belum paham sama sekali, baru-baru inilah saya mulai paham kalau diantara keduanya tidak ada perbedaan besar. disini yang saya ambil poin pentingnya saja : pelajaran tentang ketaqwaan kepada Allah SWT dan suri tauladan Rasulullah SAW. ini saja kalau di jabarkan sangat panjang.

Yang menjadi pegangan penting agar selamat dunia-akhirat bagi saya adalah 3 wasiat Rasulullah :

  • Bertaqwa lah kepada Allah dengan sungguh-sungguh. hal ini secara kalimat memang singkat, akan tetapi sangat panjang bila di praktekkan mengingat perintah & larangan Allah banyak yang dilanggar oleh umat islam. seperti : jangan mabuk-mabukan, jangan berjudi, jangan berzinah, jangan memakan riba, dsb. itu saja masih banyak yang terjerumus bagaimana dengan yang lain?
  • Iringi keburukanmu dengan kebaikanmu. hal ini tentu saja Rasulullah sangat memahami dimana setiap umat manusia tak akan lepas dari sifat buruknya. karena hal itu sudah sepasang (ada baik, ada buruk). oleh karenanya sekecil apapun, sebesar apapun kesalahan, baiknya kita imbangi dengan perbuatan baik. dalam Al-Quran pun Allah sering mengingatkan pada kita agar bisa berbuat baik, beramal shaleh, dan banyak-banyak bertaubat.
  • Berkata Yang Mulia (atau sopan santun) kepada siapapun. Allah menciptakan manusia dari berbagai macam suku, ras, warna kulit, bahasa, agar kita bisa saling mengenal (bukan memusuhi). itulah kenapa Rasulullah berpesan agar kita mengucapkan kata-kata yang sopan. siapa sih yang suka dengan kata-kata kasar? coba saja ngomong kasar sama orang lain kalau nggak di gamparin ntar? 😀

Bagi yang masih suka berselisih/berdebat, mulai sekarang hindari ya bro. nggak ada gunanya. kalau mau menyampaikan kebenaran, sampaikanlah dengan cara yang baik (sopan). kalau mereka menolak, itu urusan dia. tugas kita hanya menyampaikan syukur-syukur mereka mau menerima kebenaran (yang kita sampaikan).

Yang Allah tanyakan kelak adalah amal ibadah kita. bukan dari golongan mana (sufi, sunni, muhammadiyah, dsb). sesama muslim harus saling mengingatkan dan menguatkan. bukan saling mencela (kafir/sesat).

Di sini saya tidak membeda-bedakan antar golongan NU, Muhammadiyah, LDII, dsb. selama dakwahnya sesuai tuntunan Al-Quran, Insya Allah Saya setuju. ingat ya, ingat, saat ini kita memasuki jaman fitnah. jadi informasi yang bertebaran di media belum tentu benar adanya. ada baiknya kita tabayyun dulu. kalau isinya kebencian & provokasi, waspadalah itu adalah bagian dari fitnah Dajjal yang ingin memecah belah orang-orang beriman. mari kita sama-sama berpegang teguh pada tali Agama Allah agar selamat dunia-akhirat.

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Leave a Reply