Berbeda itu Warna bukan pemisah

Seringkali kita mendapati perbedaan dalam hidup. itu artinya hidup kita penuh warna, bangsa kita adalah bangsa kaya warna perbedaan. orang-orang kita terkenal sopan santun. jangan samakan dengan barat apalagi adat kesopanannya, jauh banget!

Perlahan budaya barat meniru budaya Islam, tapi kenapa banyak diantara kita meniru budaya mereka? perkembangan Islam disana sudah sangat pesat. ada juga yang pelan tapi pasti seperti di Prancis, Yunani, Swedia, Roma, Chili, Italia, dan beberapa Negara lainnya. Rusia yang termasuk menganut paham komunis, 25% penduduknya memeluk agama Islam. yang terbesar di kota Moscow (Ibu Kota Rusia). wow Islam fastest growing disana.

Anda masih ingat iklan indomie? kira-kira isinya begini…

Banyak yang bilang beda itu konflik. yang kalah pasti salah… beda itu memisahkan yang tadinya mencintai jadi membenci. beda itu tabu ujung-ujungnya jadi memaksakan kehendak. padahal perbedaan kan bukan soal siapa yang benar tapi untuk memperkaya warna dunia. seperti air dan minyak sulit bersatu namun bisa berdampingan. dengan kata-kata, pelukan hangat, perbedaan jadi terasa menyenangkan.

Iklan tersebut sejenak membuat saya jadi berpikir ulang tentang apa-apa yang sudah saya perdebatkan selama ini. kebetulan saat itu momen-nya Pilpres 2014. tapi apa sih sebenarnya yang membuat kita yang tadinya tenang, adem, ayem, tiba-tiba menjadi rusuh? setelah saya mengamati hal ini beberapa hari, ternyata sumbernya ada pada info media. entah media abal-abal, media besar (bayaran partai), atau media kecil tapi berusaha menyuarakan informasi yang benar. tetap saja tenggelam tertutupi informasi media besar.

Sejak Saya menyadari kalau selama ini efek media, hal-hal yang berbau politik, kebencian, agama, saya blokir dari timeline. bahkan Saya sering membuat ancaman ke friendlist di timeline kalau ada yang membahas politik, menebar kebencian, fitnah, adu domba agama, Saya tidak akan segan-segan memblokir akun tersebut. tapi apa hasilnya? selang 1 tahun lebih (masa tenang) sekarang malah semakin membludak. puncaknya ketika Gubernur DKI Jakarta Ahok melecehkan Al-Quran.

Ujung-ujungnya pertemanan di sosial media yang tadinya baik malah berubah menjadi musuh. mulailah pada unfriend, blockir, unfollow post. kadang saya berpikir ini sebenarnya ada aktor yang ingin bangsa ini terpecah belah. tidak ada bangsa sebaik bangsa Indonesia karena kemajemukannya. bayangkan Indonesia punya banyak suku, budaya dan agama tapi bisa hidup damai berdampingan. di Eropa, Amerika, dan negara-negara barat lainnya seringkali rusuh karena masalah sara & rasis. iya sering banget!

Traveling bersama Perbedaan

Saya punya cerita unik ketika traveling ke Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu. berangkat dari Jakarta Senen naik kereta api.

Saya berangkat ber 3 bersama teman saya. lalu dalam perjalanan ketemulah rombongan lain yang kebetulan memiliki tujuan yang sama. di dalam kereta ekonomi itu kan kursinya berhadap-hadapan kan ya… jadi kita berkumpul yang tadinya cuma ber-3 menjadi 6 orang (tambah 3 orang). ke-3 orang ini wanita semua (Batak & Chinese), dan ke-2 teman saya yang satu laki-laki (Chinese), satunya lagi wanita Jawa (tapi tampangnya mirip orang Chinese). mereka semua beragama Nasrani, iya termasuk ke-2 teman saya.

personal-pict

Saya tahu mereka semua beragama Nasrani karena ada yang memakai kalung salib, di tengah-tengah obrolan ada yang membahas gereja, dsb. tapi saya tidak mempermasalahkannya sedikitpun. lagipula teman baik saya juga agamanya Nasrani dan tidak pernah masalah sedikitpun sama dia khususnya soal kepercayaan Agama & pandangan politik. di sela-sela candaan kita semua, tiba-tiba ada yang bertanya sama Saya…

Fajar, kamu biasanya ke gereja mana? (spontan saya kaget, dikiranya saya juga Nasrani). lalu saya jawab : Aku Muslim cuy. serentak mendadak terdiam semua karena pengakuan Saya. yang tadinya tertawa bersama berubah menjadi sunyi.

Teman saya belum bilang kalau saya seorang Muslim. tapi ya sudahlah suasana sunyi diatas tak berlangsung lama kok. hanya beberapa menit akhirnya kembali hangat lagi. ya, rame-rame bercanda lagi 😀

FPI vs Media

Saya jadi mikir berkali-kali apa sebegitu buruknya citra Islam dimata non-Islam? sebegitu jahatnya media memperburuk citra Islam? kita tahu ormas FPI citranya di jatuhkan. saya termasuk termakan korban media beberapa tahun lalu. dimana setiap tayangan televisi, FPI selalu di kaitkan dengan kerusuhan. saya bahkan sampai benci total sama Habib Rizieq dan gerombolannya. ini ormas kok nggak ada yang mampu bubarin sih? (tanya dalam hati saya).. hingga pada akhirnya saya menemukan kebenaran.

Ternyata itu cara media (kafir) memperburuk citra Islam. setiap kegiatan sosial (untuk kebaikan) FPI tak pernah di liput media. hanya media-media kecil yang berusaha meliput, menyampaikan berita benar. sayangnya, pengaruhnya tak sebesar media-media besar. oh.. akhirnya saya paham ini semua ulah media yang tidak menyukai Islam. khususnya para kaum kuffar. pada akhirnya saya mulai menyaring-nyaring kebenaran informasi media (televisi, internet, buku-buku, koran, dsb).

Saya dan Politik

Saya berusaha untuk tidak ikut campur soal isu adu domba agama, perang politik, di media sosial. tapi melihat hiruk pikuknya membuat saya jadi terbawa emosi. ujungnya ya unfriend, blockir. tapi untungnya teman-teman kampus saya, teman-teman di kehidupan nyata tidak ada yang memblockir dan mengunfriend saya di sosmed. saya juga tidak memblokir mereka. ya, hanya teman sebatas di sosial media saja yang memblokir.

Bersatulah Bangsaku!

Kita tidak bisa memaksakan orang lain mengikuti pemahaman & kepercayaan kita, karena masing-masing punya pandangan dan pemahaman. Allah menganugerahkan dalam diri kita kelebihan & kekurangan. batas pemahaman manusia juga berbeda, jadi percuma saja berdebat tanpa ada solusi. saya berbicara seperti ini karena memang pernah, bahkan sering mengalami debat beda pendapat. baik debat di forum online maupun debat secara terbuka dengan teman-teman saya.  tujuan berdebat adalah untuk mencari solusi permasalahan, bukan untuk saling mencela apalagi menjatuhkan. kritik boleh, asal membangun.

Akhirnya, saya sekarang lebih banyak diam dari pada terus-terusan berdebat. dan lebih fokus mencari solusi, berbagi informasi positif dan bermanfaat seperti yang Anda baca saat ini. ya, inilah salah satu cara saya berjihad sebagai bentuk pengabdian Saya kepada Allah SWT.

Jangan sampai bangsa ini terpecah belah. jangan mau di adu domba. di jajaran petinggi Negara sana pasti sedang sibuk-sibuknya agar negara ini adem ayem. kalau sampai perang saudara (dalam negeri sendiri) itu tindakan PALING BODOH. yang mengadu domba sudah pasti tertawa lepas melihat perpecahan bangsa ini. jangan sampai ini terjadi teman-teman. kitalah penerus bangsa ini. ayo mari buat perubahan positif untuk menjaga kedaulatan dan persatuan negeri tercinta ini. singkirkan hal-hal yang hanya membuat kita menjadi ricuh. toh lebih enakan damai kan? berbeda boleh, asal bisa tetap berdampingan 🙂

Salam Merdeka!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Thank you for subscribing.

Something went wrong.

Leave a Reply